Minggu, 14 Februari 2010

KINERJA KOPERASI UNIT DESA DI PROVINSI BALI
PENDEKATAN STRUCTURAL EQUATION MODEL
MADE ANTARA1) dan ANDERSON GUNTUR KOMENAUNG2)
1)Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Udayana
Email: antaradps@telkom.net
2)Fakultas Ekonomi/MEP Universitas Sam Ratulangi, Manado
Email: komeguntur@yahoo.com

Koperasi termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) adalah salah satu sokoguru perekonomian Indonesia yang terus-menerus harus diberdayakan agar kinerjanya semakin baik, sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Tujuan penelitian yaitu:
(1) Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja KUD di Provinsi Bali;
(2) Melacak pengaruh langsung, pengaruh tidak langsung dan pengaruh total dari indikator-indikator terhadap kinerja KUD di Provinsi Bali.
Pengumpulan data menggunakan metode wawacara terstruktur dan mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode:
(1) Structural Equation Model (SEM)
(2) deskriptif-kualitatif.
Hasil analisis menunjukan temuan penting sebagai berikut:
1. Kinerja koperasi unit (KUD) desa di Provinsi Bali dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh faktor peran serta anggota, sumber daya manusia (SDM) dan aktivitas secara signifikan, sedangkan faktor manajemen, likuiditas, solvabilitas tidak berpengaruh signifikan. Faktor peran serta anggota dipengaruhi oleh lamanya pengguna jasa KUD para anggota, frekuensi mengikuti rapat-rapat KUD secara signifikan, dan tidak dipengaruhi signifikan oleh pelunasan simpanan wajib dan pokok, pengetahuan tentang kegiatan koperasi (pemilihan pengurus); Faktor SDM dipengaruhi oleh jumlah karyawan dan frekuensi pelatihan secara signifikan dan tidak dipengaruhi signifikan oleh tingkat pendidikan; Faktor aktivitas dipengaruhi oleh rasio perputaran persediaan, rasio perputaran modal kerja, dan rasio perputaran ratarata piutang; Sedangkan faktor tidak berpengaruh terhadap faktor internal yakni: faktor manajemen yang dipengaruhi oleh perencanaan, organisasi, pelaksanaan, dan pengawasan; Faktor likuiditas dipengaruhi oleh rasio cepat dan tidak dipengaruhi oleh rasio lancar dan rasio kas; Faktor solvabilitas dipengaruhi oleh rasio hutang, rasio hutang terhadap equitas, dan rasio hutang jangka panjang terhadap equitas. Faktor eksternal dipengharuhi oleh suku bunga dan inflasi, dan tidak dipengaruhi oleh frekuensi pembinaan.
2. Pengaruh langsung, tidak langsung dan total dari Indikator konstruk terhadap Kinerja Koperasi Unit Desa di Provinsi Bali, yaitu: (i) Faktor internal mempunyai pengaruh langsung sebesar 0,42 dan pengaruh tidak langsung sebesar 0,00. Jadi faktor internal secara total berpengaruh terhadap kinerja KUD sebesar 0,42, (ii) Faktor eksternal mempunyai pengaruh langsung sebesar 0,69 dan pengaruh tidak langsung 0,00. Jadi faktor eksternal secara total berpengaruh terhadap kinerja KUD sebesar 0,69.
Kata Kunci: Faktor-Faktor, Kinerja, KUD, SEM
Latar Belakang
Koperasi termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) adalah salah satu sokoguru perekonomian Indonesia yang terus-menerus harus diberdayakan agar kinerjanya semakin baik, sehingga mampu memberikan manfaat bagi anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Peranan yang harus dimainkan oleh koperasi di masa mendatang adalah bidang produksi dan pemasaran komoditi agribisnis dan sektorsektor lain, sehingga peranan koperasi dalam kehidupan ekonomi Indonesia benarbenar dapat menjadi tulang punggung perekonomian.
Sebagaimana diungkapkan oleh Swasono (1983) dan diamanatkan oleh Undang-Undang No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional mempunyai ciri-ciri yaitu: (1) Koperasi merupakan badan usaha yang beranggotakan orang-seorang dan melakukan kegiatan usaha sebagaimana badan usaha yang lain dengan mendayagunakan seluruh kemampuan anggotanya; (2) Kegiatan koperasi didasarkan atas prinsip-prinsip koperasi, yaitu: keanggotaannya bersifat sukarela, pengelolaan dilakukan secara demokratis, dan pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) dilakukan secara adil sebanding dengan besarnya jasa usaha masing-masing anggota; (3) Koperasi Indonesia merupakan gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan. Dalam tatanan perekonomian Indonesia, koperasi merupakan salah satu kekuatan ekonomi yang tumbuh dikalangan masyarakat luas sebagai pendorong tumbuhnya ekonomi nasional dengan berasaskan kekeluargaan; dan (4) Koperasi Indonesia bertujuan mensejahterakan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan ekonomi nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Dalam menjalankan usaha koperasi diarahkan pada usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota, baik untuk menunjang usaha maupun kesejahteraannya. Melihat kebutuhan anggota beraneka ragam, maka usaha koperasi multipurpose yaitu koperasi yang mempunyai beberapa bidang usaha, misalnya simpan pinjam, perdagangan, produksi, konsumsi, kesehatan, dan pendidikan. Koperasi yang termasuk dalam multipurpose adalah Koperasi Unit Desa (KUD).
KUD menjadi tumpuan harapan petani di daerah kerjanya serta merupakansalah satu kelembagaan agribisnis dalam mendukung pengembangan sistemagribisnis di pedesaan. Agar KUD dapat melakukan peranannya dengan baik, makaKUD harus dikelola secara produktif, efektif, dan efisien untuk mewujudkanpelayanan usaha yang dapat meningkatkan nilai tambah dan manfaat sebesarbesarnyabagi anggotanya, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha yang lainnya. Pengelolaan yang dimaksud adalah seluruh komponen yang ada dalamperusahaan seperti pemasaran, produksi, keuangan, personil, pembelian, sisteminformasi manajemen dan organisasi.
Kinerja KUD merupakan ukuran yang dipakai menilai kondisi KUD, dipengaruhioleh faktor internal terdiri dari manajemen, keuangan dan sumber daya manusiaserta faktor eksternal. Faktor-faktor ini harus dikelola secara baik, sehingga dapatmencapai kinerja KUD yang optimal. Dipandang dari simpul-simpul pemikiranstratejik bahwa kinerja KUD dapat ditentukan oleh faktor internal terdiri dari peran serta anggota, manajemen, keuangan dan sumber daya manusia serta faktor eksternal, pemikiran tersebut dapat dibuatkan model seperti Gambar 1.






Gambar 1. Simpul-Simpul Pemikiran Stratejik dari Kinerja KUD
Berdasarkan realita KUD di Bali yang merupakan salah satu kelembagaan agribisnis dalam mendukung pengembangan sistem agribisnis di pedesaan, masih ditemukan banyak hambatan yang sifatnya internal yaitu: manajemen, persyaratanpersyaratan keuangan/finansial mengenai kemampuan membayar hutang, cara pendanaan, efektivitas pemanfaatan dana, sumber daya manusia dan keputusan manajemen. Jika kelemahan tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak buruk terhadap kinerja KUD, yang pada akhirnya KUD tidak dapat memenuhi harapan petani atau aggotanya. Sedangkan dalam pengelolaan KUD, diharapkan kinerja yang terdiri atas peningkatan sisa hasil usaha, peran serta anggota dan assets meningkat dari investasi yang dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar